Kamis, 07 Juni 2012

Still

:: Airmata, tangis, permohonan untuk tinggal, luka dan keputusasaan. Tidak satupun bisa menyentuh. Harus kamu tahu bahwa suatu saat kebersamaan itu akan berakhir. Akan selesai. Dan tidak ada janji atau pernyataan yang pernah diucapkan. ::

:: Aku tidak bisa mendekat, karena kamu itu seperti fatamorgana. atau garis cakrawala. Tetap ada dikejauhan sana. Tetap ada dalam jarak yang sama. ::

:: Apa yang dilihat dari kejauhan itu kadang kala tidak dapat menghilangkan rasa yang ada di dada. Rasa yang tidak dimengerti. Terkadang bentuknya sederhana dan dihilangkan lewat cara yang juga sederhana. ::

:: Bagiku hidup tetap berjalan seperti keinginan. Harapan, mimpi, dan cita-cita masih ada didepan sana. Utuh dan akan menjadi milik ku suatu saat nanti. ::

:: Cinta Sejati adalah keikhlasan untuk membiarkan seseorang yang dicintai bahagia, meskipun bersama orang lain, meskipun diri sendiri harus hancur. ::

:: Kemarahan menguap. Meninggalkan rongga kosong yang segera digantikan rasa bersalah. Dan rasa baru ini terasa lebih menyakitkan. ::

:: Ketika akhirnya aku menyadari itu, aku berhenti melawan. Yang tetapharus dilakukan adalah bersikap seperti cadas. Agar diriku tetap terlihat baik-baik saja. ::

:: Kini mereka berhadapan. mereka menatap diam. Pada seseorang yang berdiri sangat dekat di hadapan. Hanya bisa begini, karena dirinya pernah diminta untuk pergi. ::

:: Sendiri... Ternyata adalah kekosongan. juga sakit dan kehilangan. sedih dan penyesalan. sendiri itu juga sunyi, sangat sunyi. ::

:: Wujud rasa putus asa, pasrah, juga keikhlasan untuk melepaskan, tapi sekaligus keinginan untuk terus mempertahankan. Agar dia tetap hidup dan tidak benar-benar hilang. ::

:; Hanya kamu yang bisa memahami. untuk satu ruang kosong yang kini tak lagi terisi, mereka yang datang dan pergi itu bisa sesaat menutupi. karena begitu sendirian, aku akan kesepian. ::

:: Sama sekali bukan karena janjinya terhadap Cinta, tapi karena hanya dari kejauhanlah apa yang dibiarkannya tetap hidup dalam hati dan pikiran bisa dilihatnya dalam realita. dengan kedua mata. ::

:: Ada satu ruang yang kadang kala kosong. Tempat aku berlari saat hati tidak lagi mau diam. satu tempat dimana aku bisa berharap dapat melihat kembali apa yang sekarang telah menjadi kenangan. ::

:: Darimanapun cinta itu datang, dari arah yang salah atau benar, torehan pertamanya selalu jadi yang paling menyakitkan, mungkin karena kita membuka seluruh, mungkin juga karena membutakan, hingga tanpa sadar kita melepaskan semua pertahanan diri. ::

:: Seseorang terpuruk diujung sana. seseorang berdiri mematung di ujung yang lain. salah satu berusaha untuk menggapai, sementara yang lain terlanjur menganggapnya telah berpaling ke arah yang lain. ::

:: Ada permohonan menggila dalam dia, agar kamu menoleh, sesaat saja. atau mengeluarkan suara, sedikit saja. agar ada alasan untuk kamu menahan langkah ku. agar ada dalih untuk kamu menarik ku kembali ke samping mu. ::

:: Langkah ku sudah surut sejak awal, ingin sekali mengakui bahwa, "YA, AKU MENYAYANGI kamu yang saat ini bersama ku. Tapi itu tidak ada gunanya kalau sepasang mata itu tidak lagi menatap ke arah ku. Hanya akan sia-sia. Tidak ada cermin yang memantulkan kata "YA" itu. tidak ada gema yang bisa menciptakan perulangan, agar tetap ada harapan meskipun dua, tiga, seratus "YA" sebelumnya tidak terdengar. ::

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar