Jumat, 01 Juni 2012

Still


:: Amarah itu mematikan hati, dan melukai. Mentutup maaf dan menciptakan benci.

:: Dia sudah menangkap rasa asing itu. Ada yang salah. Yang tidak terbaca. Tidak terlihat dengan mata. Tidak terpahami, karenanya dia ciptakan permainan berharap akhirnya akan tahu dan mengerti. ::

:: Perang melawan patah hati adalah perang yang tidak dapat dimenangkan, tidak dalam waktu dekat. ::

:: Sama sekali bukan karena janjinya terhadap Cinta. Tapi krena hanya dari kejauhanlah apa yang dibiarkannya tetap hidup dalam hati dan pikiran bisa dilihatnya dalam realita. dengan kedua mata. ::

:: Aku belajar memahami bertapa berartinya seseorang dan bahwa kepergiannya bisa memberikan kepedihan yang tajam, mematahkan semangat dan mendinginkan hati. ::

:: Hanya kamu yang bisa memahami untuk satu ruang kosong yang kini tak lagi terisi, mereka yang datang dan pergi itu bisa sesaat menutupi, karena begitu sendirian, aku akan kesepian. ::

:: Menangis bukanlah cengeng. Menangis, meredakan sakit, meskipun tidak mengubah keadaan. Meskipun sama sekali tidak menebus kesalahan. ::

:: Ada saatnya kita tidak bisa menahan airmata. Karenanya, biarkan saja dia mengalir. Tidak usah diredam. Tidak usah disangkal. ::

:: Ada satu ruang yang kadang kala kosong. Tempat aku berlari saat hati tak lagi mau diam. Satu tempat dimana aku bisa berharap dapat melihat kembali apa sekarang telah menjadi kenangan. ::

:: Rasa sepi itu kembali datang. Rasa yang baru belakangan ini ada. Rasa sepi dan benar-benar kosong. ::

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar