Minggu, 09 September 2012

Telaah Muggle FLEW


Hai Mas apa kabar? Apa anda sudah lumutan di depan sana?

Silahkan paketin anak ini ke Zimbabwe—

Narumi mendudukkan bokongnya, menaruh tangannya di bawah dagu. Alih-alih memikirkan ujian yang selama ini berlangsung secara tajam, aktual dan terpercaya. Omong-omong dia baru tahu kalau namanya mas-mas yang jaga ujian itu Liam. Wajahnya memang manis, sebagai seorang laki-laki Naru mengakui itu. Mas-mas di depan sudah punya pacar belum ya? Eh by the way sudah beberapa hari ini dia belum lihat pengawas yang perempuan, biasanya yang perempuan itu lebih rajin setor muka daripada yang laki-laki.

Pelajaran pilihannya apakah kali ini tidak salah?

Setelah berkeinginan mangkir dari pelajaran Wand-Making, ia malah lebih suka bergabung dengan pelajaran muggle. Ya iyalah, secara dia hidupnya di tengah muggle. Kemungkinan soal-soalnya lebih mementingkan logika sama analisis saja kan? Tidak harus memiliki jawaban konkrit atau analisis mendetail, maklumlah umurnya baru lima belas tahun. Hanya bisa menjawab sekedarnya, otaknya memang tidak sebrilian Juan March, dia juga tidak punya intuisi tajam seperti Cantona. Yang dia lakukan hanyalah menjawab soal sebaik-baik, seperti sekarang ketika soal sudah dibagikan.

Mencelupkan pena ke dalam tinta dan mulai menulis nama beserta embel-embelnya.

[Lembar Jawaban]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

1.       a. Penyihir memiliki kekuatan yang berasal dari dirinya sendiri, dan garis keturunan. Penyihir memiliki tongkat sihir dalam melakukan kegiatan keseharian mereka. Penyihir memiliki kemampuan yang tidak bisa dinalar oleh otak manusia.
b. Muggle adalah manusia biasa yang tidak dianugerahi kemampuan sihir baik dari segi bakat maupun segi garis keturunan, muggle lebih mandiri melakukan apapun secara manual tidak menggunakan mantra atau tongkat sihir. Muggle bersifat skeptis terhadap hal-hal yang tidak bisa dinalar oleh manusia.

2.       Tidak boleh menggunakan sihir, tidak boleh merapalkan mantra kutukan, tidak boleh melakukan animagus atau human transfiguration.

3.       Pertama-tama penyihir harus menyesuaikan diri dengan lingkungan muggle, seperti menyesuaikan penampilan, cara berpakaian, cara berbicara dan bersikap. Sebab di dunia muggle tidak ada satupun yang mengandalkan tongkat sihir sebagai acuan kegiatan harian mereka. Yang kedua, penyihir harus mempunyai pengetahuan dasar tentang muggle; bagaimana sifat muggle, kesehariannya, dan bagaimana mereka melakukan kegiatan keseharian mereka. Yang ketiga adalah berperilakulah seperti muggle pada umumnya.

4.       Membantu. Bagaimanapun muggle adalah makhluk yang sama dengan kita yaitu manusia. Dan sebagai manusia sudah sewajibnya kita saling tolong menolong, apapun perbedaan yang ada di antara keduanya, hanya saja dalam porsi yang berbeda. Kemungkinan penyihir hanya bisa membantu dalam porsi yang kecil, karena mereka sendiri tidak memiliki andil secara penuh terhadap peperangan yang terjadi. 

Narumi mengelap peluh yang menetes, ternyata selesai juga. Dia pikir, dia tidak akan bisa menyelesaikan soal-soal ujian FLEW tahun ini. Melangkah gontai dan menyerahkan perkamennya tanpa berkata apapun. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar