Senin, 10 September 2012

Astronomi FLEW


Hai, Tante! Sudah punya suami belum?

Silahkan ceraikan anak ini, Kei.

Jangankan dicerai, dicuekkin satu hari saja sama Keira Narumi sudah uring-uringan bukan main. Tidak melihat gadis itu satu hari saja sudah membuatnya kelimpungan bukan main. Bersyukur beberapa hari ini ia masih sempat melihatny gadisnya melintas di depan mata tanpa bicara pun sudah lebih dari cukup. Selintas melihat tubuh semampai milik gadisnya melintas saja sudah membuatnya senang, alih-alih kesibukan yang merajalela, setiap menit ia habiskan hanya untuk membaca, menit berikutnya ia habiskan untuk melamun hal-hal tidak penting. Sebab khayalan mengantarkannya pada pemikiran imajiner, melepaskan penat sementara di sela-sela kepadatan ujian yang mengejarnya.

Takahiro membuka ruang kelas, sepuluh menit sebelum ujian dia baru sampai. Maklum ini hari senin minggu kedua, semalaman habis relaksasi tak berarti di ruang rekreasi.

Ia mengangguk pada sang pengawas, kemudian berjalan membungkuk menuju kursinya. Di dalam ruangan ini hanya ada dirinya sendiri, sementara ia disediakan gambar. Naru mengernyitkan kening sembari mendudukan tubuhnya di kursi, tangannya bersiap untuk menulis… essay? Ah lidahnya kelu. Meneguk ludah, apa yang harus dia tulis di dalam sebuah essay tentang rasi bintang yang bahkan dia jarang sekali hadir di dalamnya. Atsronomi, memang salah satu pelajaran yang mengancam keselamatan nilainya. Tapi sayangnya demi Minase Ai dia punya keinginan lebih dari sekedar mendapatkan nilai E atau O.

“Kerjakan sekarang nih, tante? Eh maksudnya miss…”

Tidak ada jawaban…

Ia mendesah, kecewa karena diberi kesempatan menulis essay. Merutuki Profesor Pierre dengan manisnya, mengatakan kalau adakah soal yang lebih sulit lagi dari ini? Dan apakah dirinya yang terlalu bodoh untuk mata pelajaran ini? Terserah lah.

[Essay]
 Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

Ursa Major

Rasi bintang Ursa Major memiliki arti ‘Beruang Besar’.  Sebab adanya di langit utara, Ursa Major terkenal sebagai Nusantara karena terdapat tujuh bintang terang yang berguna bagi kapal dan perahu sebagai patokan berlayar pada malam hari. Ursa Major terkenal sebagai bintang penanda penanaman padi. Namun salah satu suku di dataran Asia mengenal bintang ini sebagai Lintang Kartika, nama yang diambil dari bahasa sansekerta ‘kritika’ yang menunjuk pada kluster bintang yang sama.

Naru mengangkat tangan, membawa jari-jarinya menyisir lembut helaian surai yang berjatuhan di dahinya. Mengibaskan beberapa helai surai pekatnya, ruangan mendadak panas. Sekiranya ia melihat hanya ini jawaban yang ia punya. Menyeret kakinya dengan gontai dan menyerahkan lembaran perkamen essay pada pengawasnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar