Minggu, 09 September 2012

Herbologi FLEW


Mas, lo nggak pernah muda ya?

Celetukan di dalam hatinya semakin membahana. Melirik penuh nafsu kepada pengawasnya. Orang-orang kementrian hatinya ditaruh mana, ha? Seenaknya saja menyuruh murid melakukan praktek dan menulis essay. Meski ia sadar ini hanyalah sebagian dari penderitaannya sepanjang ia menimba ilmu di Salem, tapi mengerjakan dua hal sekaligus merupakan olahraga otak. Bahkan lebih baik olahraga perut dibanding otak. Otak itu salah satu bagian paling vital yang manusia miliki, kalau otak sudah lelah maka akan mempengaruhi keadaan tubuhnya. Tetapi baiklah, demi nilai yang bagus, demi melihat Minase Ai tersenyum 3 jari dan ditahan selama 7 detik maka sefrontal apapun ujian yang dia hadapi, seharusnya Narumi bisa melewatinya.

Ia sudah bersiap di kelas Herbologi dimana telah muncul seorang pengawas, ia taksir umurnya masih dua puluhan. Yah, akang di depan ini bertugas jadi satpam selama ujian.

Takahiro mengangguk, instruksi yang cukup baik. Tidak banyak celotehan imajinasi dari si pengawas. Yang ada hanyalah ia dan teman-temannya harus dihadapkan pada realita Stinksap dan Mimbulus bla bla. Jari-jarinya secara cekatan menelusup di dalam sarung tangan, lendir Stinksap itu amis sekali, kawan. Mirip ingus Stefan Cantona, err.. dia tidak bermaksud untuk mengejek, anggap saja yang tadi pujian. Karena bagaimanapun lendir Stinksap yang mirip ingus Cantona itu berguna juga untuk dunia pengobatan terutama di dunia sihir.

Mungkin lain kali ingusnya Cantona yang berguna…

Ya, maaf ya Cantona, maafkan Cumi lahir dan batin—

Sebelumnya Cumi menyumpal kedua lubang hidungnya dengan kapas, supaya bau menyengat Stinksap tidak melambai dan bersatu dengan bulu-bulu halus hidungnya. Maka ketika persiapan sudah matang, ia memulai untuk menguras lendir yang menusuk baunya, lebih menusuk daripada dilempar pai oleh Keira di pesta penyambutan—dulu. Dua botol saja cukup, artinya Stinksap ini tahu diri. Ketika sudah selesai, ia melabeli botol tersebut dengan nama dan asrama. Kemudian mengambil perkamen sambil melirik penuh nafsu rohani kepada si pengawas, beserta kapas yang masih menempel di lubang hidungnya.

“Huh!”

Kemudian kapasnya terlepas, lompat entah kemana.

Sementara Naru menghampiri meja kosong dan mulai menuliskan apa itu Mimbulus Mimbletonia. Shit! Apa yang dia hapal dari pelajaran Herbologi ha? Selain membuat pupuk kompos dan Mandrake?

[Essay]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

Mimbulus Mimbletonia

Tanaman yang sangat langka. Tanaman ini berasal dari Asyur. Memiliki bagian yang menonjol serta berdenyut dan menggeliat secara alami sebagai mekanisme pertahanan yang unik. Ketika tanaman ini merasa terdesak dia akan menyemprotkan cairan bernama Stinksap. Stinksap adalah cairan beracun yang digambarkan berwarna hijau dan berbau tengik. Mimbulus Mimbletonia menghasilkan suara aneh ketika bagian permukaan mereka disentuh. 

Maju ke depan, dan berniat menyerahkan perkamennya kepada mas-mas penjaga di sana. Kemudian dia harus cepat-cepat keluar darisini sebelum kepalanya meledak. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar