Senin, 10 September 2012

History Of Magic


Kalau kau pikir ujian ini akan berakhir, ternyata definisinya akan salah besar. Ujian tetaplah ujian tidak ada yang berubah, soal demi soal sudah terjawab dengan seadanya. Lelaki Takahiro menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ini sudah hari kesekian ia mengikuti FLEW, setiap malam bergumul dengan buku dan hafalan itu sangat sulit. Merana lebih tepatnya. Ia masih berpikir ujian Wand-Making jauh lebih sulit dari bayangannya, salahnya mengambil mata pelajaran pilihan tetapi tidak pernah masuk ke kelas. Yes, Narumi Takahiro tidak pernah mendengarkan teori yang diberikan gurunya. Seringkali mangkir dari kegiatan kelas Wand Making membuatnya sama sekali tidak mengerti materi yang dijelaskan, dan sekarang ujian menjadi begitu sulit.

Berbanding terbalik dengan kelas sejarah sihir setidaknya ia bisa mencerna beberapa teori yang disampaikan pengajarnya, disamping perempuan yang mengajarnya adalah sesosok wanita muda yang canti, cara mengajarnya pun sangat fleksibel.

Narumi bertopang dagu, lima belas menit sebelum ujian dimulai ia sudah duduk rapi di tempatnya. Dadanya tidak berdegup kencang, lain dengan saat ia berada di dalam ruangan untuk ujian Wand-Making. Kali ini tidak ada wajah frustasi dan semacamnya, maka ketika mas-mas yang di depannya mulai mengoceh dan membagikan kertas soal ia hanya mengangguk dan merubah sedikit posisi duduknya agar lebih menunduk. Tangannya mulai bergerak seirama dengan mata yang mengikuti sebaris kalimat pertanyaan.

[Lembar Jawaban]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

11.       Lady Well, Carl Carnegies, Nadia Nadirs, Marie Bourdon.
2
22.       Desa Sallowsville, Rosemary Way, Boston Common Park, Kementrian Sihir Amerika.
3
33.       Sekitar abad ke 16, para penyihir besar mendirikan sekolah sihir di tengah dunia muggle. Pada saat keempat penyihir besar telah mendirikan sekolah tersebut terjadilah isu yang mengatakan bahwa penyihir adalah sosok yang berambisi untuk mengambil alih dunia dengan ilmu hitam mereka. Kecurigaan masyarakat muggle terhadap penyihir semakin menjadi. Untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi, para penyihir segera bersembunyi di sebuah tempat. Pada saat bersembunyi salah satu penyihir menyarankan untuk melanjutkan pembangunan sekolah sihir mereka di suatu kawasan yang berbeda benua, maka berangkatlah penyihir besar itu ke tempat tersebut. Satu tahun berlalu dan sekolah sihir itu terbangun, pada awalnya masing-masing penyihir memperebutkan nama mereka masing-masing untuk menjadi nama sekolah sihir yang baru saja terbentuk, namun pada akhirnya Nadia Nadirs mengumumkan kalau mereka sebaiknya memakai nama kota Salem sebagai nama sekolah mereka.
4.  
4  4.     Sihir Gypsy adalah sebuah sihir yang digunakan oleh suku Gypsy yang tidak punya rumah permanen. Mereka menggunakan sihir Lamia, kutukan paling mematikan yang ada sejak berabad-abad silam. Kutukan Lamia biasanya digunakan apabila orang-orang Gypsy merasa sakit hati sebab mereka diperlakukan tidak adil.
5.      
5 –Menyembuhkan orang sakit/penyakit
-Mengiringi tarian adat istiadat
-Sebagai sarana upacara adat
6. Penyihir menyingkir dari dunia muggle bukan tanpa alasan mereka memiliki alasan yang paling kuat, yaitu menghindari perpecahan untuk yang kedua kalianya setelah pada berabad-abad silam para penyihir dikisahkan diculik dan dibakar hidup-hidup oleh para muggle. [/spoiler]

Narumi memundurkan tubuhnya, tidak lagi bersikukuh dengan meja kelasnya. Rasanya menulis sebanyak ini seperti tengah menulis cerita biografi hidup seseorang, ha. Mengambil perkamennya dari atas meja dan segera pergi meninggalkan kelas. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar