Selasa, 27 Agustus 2013

If You Ever Leave Me Baby; Everyday It Will Rain


PROLOG


“Aku pulang, ya…”

“Hmm, hati-hati.” Tangannya terulur mengacak-acak surai merah bak darah penuh kasih sayang. Disambutnya sebuah pelukan erat dari gadis kecilnya, sangat erat sampai tidak ingin lepas. Belum tentu dia kembali, begitu pikirnya.

“I’ll miss you.” Dalam sebuah dekapan yang ia sebut sebagai rumah, kelak ia akan berada disana selamanya. Didengarnya ucap balas yang sama dengan nada mantap sekaligus didaratkannya sebuah kecupan ringan. Gadis itu menyukainya saat egonya meluruh, memutar balik seperti ia tak pernah tumbuh dewasa, tempatnya bersandar kini mengerti, paling tidak apa yang dibutuhkannya selama setengah tahun ini. Lalu ia berjanji akan kembali setelah ada spasi diantara keduanya, merenggut sejenak di sisi pemudanya. Ia terlalu berat melepaskan bahkan untuk kepergian dirinya sendiri. Nyx Odessa membiarkan obsidiannya merekam Dixon muda, tangannya tergantung disana sampai jemputan miliknya tiba dan memaksa Odessa tunggal bergegas meninggalkan pemudanya.

Ketika beberapa lelaki berpakaian hitam dilengkapi jubah besar menjuntai membungkuk di depannya, membawakan semua tas dan koper milik Nyx, ia terpaksa melambaikan tangan dengan berat hati. Memasuki kendaraan beroda empat dengan enggan dan menempelkan tangannya disana sembari mengerjap, begitu terus posisinya hingga jemputannya menghilang di sudut jalan. Kembali terdiam memainkan terusan rendanya. Nyx tidak pernah suka kembali ke rumah, ia lebih suka kembali ke Calix Lumina seperti sebelumnya, tapi dua minggu yang lalu Louis memberikannya kabar dengan datang ke Sallowsville mengatakan padanya kalau Nyx harus pulang tanpa alasan yang jelas. Tidak ada kasus penolakan yang terjadi di keluarga Napoleon, harga diri Fergusson terlalu mahal bila dicoreng kata penolakan sekalipun alasannya tidak jelas. Lagipula sudah hal biasa Nyx menuruti ego ayahnya. Ia sudah tidak merasa heran lagi kalau dirinya hanya menjadi pesuruh pribadi ayahnya demi sebuah kebanggaan semu dan jabatan raja dalam impiannya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar