Senin, 17 September 2012

Take Me Down Like I'm Domino

Posted Image



“Temui aku besok di tempat yang sudah aku tentukan.”

Selintas pembicaraan Louis padanya kemarin malam. Pemuda itu mengirimkan sebuah benda yang bisa merekam suaranya dan dikirim melalui burung hantu berwarna kecokelatan dan bercorak aneh. Tidak pernah dia lihat sebelumnya. Odessa menghembuskan nafas, berat. Sejak kepindahannya Nyx tak banyak bicara, memang aslinya ia irit sekali dalam berkata. Louis sepertinya tahu kalau sepupunya tengah mengalami depresi seberat dosa ayahnya saat ini. Diasingkan di Negeri orang, tanpa seorang pun yang menemani, apalagi namanya kalau bukan bencana? Bersyukurlah akses keluar tidak ditutup oleh Pak Tua Napoleon. Ia membenci ayahnya, demi apapun. Mati saja dia sekarang pun Nyx tak akan menyesal. Orangtua kikir, otak sudah karatan saja masih mau hidup! Terkutuklah!

Musim panas di Calix Lumina rupanya tidak terlalu buruk.

Sebenarnya ia suka dengan suasana di desa ini, walaupun merasa asing. Walaupun ia harus sendirian, tapi toh Louis mau meluangkan waktunya untuk Odessa seorang. Memang Louis lah yang akan menjaganya selama Odessa kecil berada di Amerika, karena katanya ia akan berangkat ke Amerika dan mengunjungi sekolah Odessa selama beberapa term. Lantas ide menariknya, kenapa Louis tidak pindah saja ke sekolah Odessa? Kalau ada pemuda bersurai pekat dan bermata biru itu didekatnya, bukankah semua akan terlihat sempurna? Perempuan bersurai merah menyala ini tidak perlu panik dengan hal sepele seperti adaptasi, misalnya.

Memasuki lingkungan baru memang tidak pernah mudah baginya, apalagi harus bercampur dengan orang-orang serba ada di tempat yang bahkan ia tidak mengenalnya sama sekali. Hmm, Louis lama sekali omong-omong. Pemuda itu harusnya sudah datang, ia bahkan sudah berjanji untuk bermalam di Calix Lumina malam ini. 


Posted Image

Menggulung kemeja biru lautnya sampai siku, Amano bergegas memakai portkey untuk sampai ke tempat tujuan. Masa bodoh kalau sampai sana ia bernampilan lusuh. Sepupunya tidak akan mau menunggu lama-lama kedatangan Louis disana. Pemuda keturunan Napoleon menyambar portkey miliknya hingga ia sampai di sebuah tempat, Calix Lumina. Tepatnya di Menara Jam. Tempat dimana ia berjanji temu dengan sepupu dekatnya. Odessa malang, gadis itu harus mengalami nasib yang tidak menyenangkan. Sampai saat ini ia masih tidak bisa berpikir kalau ternyata sikap otoriter masih saja dipegang tegus keluarganya.

Louis tergugu di tempatnya sejenak begitu tiba sehabis memakai portkey, rasanya seperti diputar-putar selama 3 jam—pusing. Memegang keningnya sejenak, ia sempat terhuyung sebentar.

Pekat kembarnya mengarah pada bangku-bangku di sekitar menara jam. Siapa tahu Odessa terlalu lama menunggu dan ia memilih duduk di salah satu bangku yang ada. Calix Lumina, musim panas tidak terlalu asing disini. Maaf saja kalau Amano lebih memilih mangkir dari sekolahnya dan memilih untuk berada di Calix Lumina ketimbang di benua Selatan seperti teman-teman yang lainnya. Toh, ia tidak keberatan bolak-balik memakai portkey selama cara tersebut dianggap halal. Ah, itu dia! Mudah saja menemukan sepupu tersayangnya, perempuan kecil bersurai merah dengan tatap mata setajam pisau, persis dengan ayahnya. Langsung saja Amano menghampiri perempuan terbaiknya, tanpa aba-aba memberi kecupan hangat di pipi gadis redhead asal Australia itu.

“Aku terlambat ya? Wajahmu sudah kusut duluan,” Cengiran khas Amano menghiasi wajahnya di siang bolong. Terik matahari membuat helaian surai Nyx lebih menyala ketimbang bintang malam, “bagaimana kesanmu selama disini?” 

Posted Image

“Jangan menggodaku, Louis.” 

Nada penuh penekanan. Di lain sisi merasa melayang diperlakukan semanis demikian. Ah Louis selalu bisa merebut hatinya meski kini ia tengah kesal. Andai saja Orion bisa seperti pemuda ini, maka ia tidak perlu repot menghindar setiap ada pertemuan keluarga. Masih bisa ditatapnya dengan lekat penampilan pemuda berusia tujuh belas tahun di depannya. Bentuk rahang yang menguat, aroma maskulin menyelimuti tubuhnya. Odessa selalu menyukai penampilan sepupunya demikian, memakai kemeja seperti itu, membuat Louis nampak tampan dan berbeda dari laki-laki kebanyakan. Kharismanya tidak bisa ditolak, no? 

Sengaja memalingkan wajahnya, alih-alih memberi isyarat kalau ia tengah marah akibat keterlambatan pemuda satu ikatan darah dengannya. 

“Kesan?” Kernyitan di dahinya semakin nyata. Perlahan membalikkan tubuhnya, menghadapi ekspresi wajah menggemaskan dari seorang Amano Napoleon. Cih, sial! Terkadang ia membenci wajah jenaka Louis ketika dirinya marah, senjata paling ampuh untuk meluluhkan dirinya. Nyx mendorong bahu pemuda itu pelan-pelan, “baru beradaptasi, tapi musim panas tak seburuk di Sydney.”

Menengadah ke langit. Matahari tidak terlalu terik, ada semilir angina menerbangkan beberapa helai kemerahan miliknya. Odessa bisa melihat ketika angin membuat helai pekat pemuda Napoleon bergoyang. Memasukkan tangan ke dalam saku, kaki-kaki miliknya berjalan menuju satu tempat duduk kosong.

“Kenapa terlambat?”


Posted Image

Amano tak bisa menahan tawa saat melihat reaksi ganjil sepupunya. Kecupan hangat yang ia berikan tadi membuat gadis itu bereaksi jauh di luar godaan. Mengulum senyumnya, sekuat tenaga untuk tidak tertawa. Amano tahu, meskipun Nyx kesal tapi di dalam hatinya sedang melayang. Siapa lagi yang bisa menjahili Nyx secara serampangan kalau bukan dirinya? Pemuda Louis ini mengerti tipikal sepupu tersayangnya, jauh lebih mengerti Odessa ketimbang dua saudara kandungnya. Bukan tanpa alasan mengapa ia mengenal Nyx lebih dalam dibanding dua saudaranya, cerita lama. Pada saat usia Nyx baru mencapai satu bulan pasca kelahiran, raganya dititipkan pada keluarga Amano untuk dirawat dan dibesarkan. Ayah dan ibunya tidak menginginkan anak perempuan.

Odessa, si kecil yang malang.

Dari kecil saja sudah disisihkan. Ia ingat ekspresi dingin pamannya saat menyerahkan Nyx pada keluarga Amano. Mengatakan kalau mereka boleh memperlakukan bayi Odessa sesuka hati, terserah mau diapakan. Bersyukur kedua orangtuanya masih mempunyai hati nurani, Nyx dibesarkan sampai usia gadis ini mencapai 2 tahun. Nyx tumbuh normal dengan watak ceria seperti anak lain pada umumnya, namun ketika musim panas beberapa tahun silam. Seorang lelaki bersurai sama seperti Nyx kembali datang dan mengambil gadis Sydney tanpa meminta izin kepada orangtuanya. Pada waktu itu, Amano sangat terpukul. Selama Nyx ada di tengah keluarganya, ia merasa terhibur. Berbeda dengan dua saudara lainnya, Amano dan Nyx seperti jiwa yang tidak bisa dipisahkan. Kemana-mana selalu bersama, namun sejak dipisahkan ia seperti dijauhkan dengan setengah raganya.

Maka sejak itulah Amano menyimpan sendiri sosok cerianya, jauh ia kubur hidup-hidup pribadi aslinya.

Tubuhnya terhuyung ketika redhead kecil mendorong bahunya. Wajah masam menambah manis ekspresi gadis tersayangnya. Itulah kenapa kelereng tintanya selalu tertarik bisa menemukan para gadis bersurai merah menyala. Tanpa komando Amano mengikuti langkah dara kecil kelahiran Juli di depannya.

“Aku kesiangan, kau marah padaku? Aku minta maaf.” Pintanya dengan wajah belas kasih, “by the way kau cantik ketika marah.” 

Minggu, 16 September 2012

Let me know, how much worst is it?


Berkacalah wahai Pak Tua, pada air yang mengalir dan langit yang membiru.

Meskipun aku bisu, namun tidak tuli. Apa kau buta—buta kasih sayang? Dasar lelaki pecundang, kau pikir anak gadismu apa? Seenaknya menjadikanku gundik? My my, belas kasihmu dimana Pak Tua?

Apa dia tidak sadar kalau anaknya bukanlah pesuruh ulung, hmm? Nyx Odessa Napoleon bangkit dari tempat tidurnya, berniat menangglkan gaun tidurnya. Masih kecil saja dia sudah diperlakukan seperti orang dewasa, hidup memang terlalu keras di keluarga Napoleon. Maka tidak heran kalau para sepupunya yang lain hanya mendesah begitu melihat Odessa kecil menampilkan wajah datar; menikmati setiap kecaman hidup, katanya. Sekilas menatap kamar tidur mewah, rasanya sudah bertahun-tahun hidup dalam kubangan kekayaan, kejayaan bahkan kesuksesan. Namun seperti kosong merupakan api yang menyala siap memakan halangan apapun di depan tanpa jeda. Nyx menggelung surainya, menaruh kaki-kaki jenjangnya menyusuri petak demi petak marmer penghias ruangan. Menarik kenop pintu, membukanya seara perlahan. Mengintip, apakah sekiranya ada obrolan tentang dirinya yang bisa tertangkap telinga?

Perjodohan dirinya dengan Orion, misalnya.

Betapa ia membenci cara pikir keluarganya secara membabi buta, dia pikir Odessa mainan mereka? Oh sayangnya orangtua otaknya sudah karatan. Nyx menghembuskan nafas, ditatanya air muka tanpa menunjukkan bahwa ia sudah bosan untuk hidup di dalam istana serba mewah. Menuruni setiap anak tangga, gaun putih yang dikenakannya menjuntai, menyapu lantai. Tapi toh ia tidak peduli sehelai kain ini mau kotor atau tidak. Sebab sesampainya ia di ruang makan, Odessa hanya butuh membungkuk, mengucapkan salam dan mendudukkan dirinya secara anggun menurut tata cara nenek moyang yang sudah diajarkan padanya.

“Pagi Father, Pagi Mother…” Ia membungkuk kemudian menaruh diri di salah satu kursi.

Tidak dijawab apalagi dilihat? Itu sudah biasa.

“Cepat habiskan sarapanmu, kemudian bersihkan dirimu dan kembali ke ruang besar. Ayah ingin bicara padamu.”

Yang barusan bicara itu ibunya. Odessa mengangguk, seraya mengambil bagian terluar dari alat makannya. Enggan mengoleskan keju buatan luar negeri. Bisakah mereka menghemat makanan dari dalam negeri saja? Mendengus, seringai kebosanan mulai diperlihatkan. Sementara ibunya menyiapkan sarapan untuk dibawa ke ruang besar, Nyx mengunyah potongan demi potongan roti gandum dengan perlahan. Apalagi yang harus dibicarakan Pak Tua itu? Dia mau menyampaikan kesan dan pesan apalagi, hmm? Kalau saja sejak berada di alam sana, ia boleh memilih untuk hidup dengan siapa dan bagaimana, maka ia tidak ingin berada di dalam keluarga seperti ini. Terkungkung dalam tradisi kuno, penuh perintah dan tata tertib tak jelas asal usulnya. Bahkan Louis saja mengatakan padanya, kalau ia adalah anak gadis paling hebat yang pernah ia temui. Kuat menghadapi kecaman hidup dari dalam keluarganya sendiri.

Lalu apa aku harus menjerit? Berteriak bahwa aku ingin bebas? Lelucon jaman batu, mana mau Pak Tua itu mendengar keluh kesah anaknya sendiri.

“Aku sudah selesai, Mother.”

Isyarat tangan ibundanya, menyuruh Odessa bergegas ke kamarnya dan merapikan diri. Yeah, Pak Tua itu tidak suka anak gadisnya terlihat urakan mirip gembel di jalanan. Dirumah saja harus mengenakan satu set baju yang sudah disiapkan para pesuruh. Lagi-lagi ia mendesah, satu dari sekian banyaknya kekecewaan yang harus ditelannya secara bulat-bulat. Tetes demi tetes air menyentuh kulit bak porselennya, menjangkiti setiap asa yang tidak pernah tidur setiap harinya. Mimpinya kebebasan akan selalu datang, siapapun harus membawanya keluar darisini, no? Muak, ia membenci tata krama tanpa sebab. Well, waktunya habis.

Meraih gagang pintu, memasuki ruang besar milik Napoleon senior seorang.

Ruang besar terletak di lantai tiga istananya, arah Barat Laut agak menjorok ke dalam. Ada sistematis yang harus digunakan kalau ingin memasuki ruang besar. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengakses bilik tersebut. Dari sekian banyak keluarga Napoleon bahkan hanya satu atau dua orang yang bisa menjangkau ruang besar dengan desain keamanan paling rumit yang pernah ia temui. Setelah hening panjang, akhirnya Nyx memberanikan diri untuk menghadapi Napoleon senior. Dilihatnya lelaki tua duduk di atas kursi besar dan wajahnya terhalang koran pagi ini. Membungkuk (seperti biasa, karena sudah tradisi) barulah ia duduk. Kursinya panas, atau mungkin ini hanya perasaannya saja?

“Father, ingin bicara denganku?”

Tidak ada suara, udara bergulir, detik menjerit. Hanya satu gerakan dari balik koran penutup wajah ayahnya. Tangan besar menyodorkan padanya sebuah surat, ada stempel resmi di depannya. Dahi Nyx berkerut, jari-jari lentiknya mengambil amplop tersebut. Melepaskan perekatnya dan membuka serta membaca isinya. Hening, bukan ini yang ia inginkan. Dikirim ke Amerika untuk sekolah, adakah hal yang lebih buruk dari ini? Nyx meneguk ludahnya, memandang tak percaya isi kepala ayahnya. Kalimat ia akan diasingkan berangsur mengeras dalam satuan detik berlalu di hidupnya.

“Kenapa harus di Amerika? Di Negara ini juga banyak sekolah sihir yang bagus, terutama sekolah Louis.”

Lembaran berita tersingkap, menampilkan sesosok wajah tua masih segar, garis-garis kontur wajahnya tak memperlihatkan kalau Napoleon senior sudah mencapai masa kejayaannya. Wajahnya masam, ekspresi yang paling tidak disukai Odessa sekaligus air muka andalan Napoleon senior saat idenya dibantah.

“Sejak kapan berani membantah?” Nyx membenci ayahnya kala beliau menatapnya setajam pisau, membuatnya tak segan untuk mengambil benda tajam apapun disekitarnya dan menggoreskan tepat di permukaan epidermis kulit vitalnya. Tsk! Palingan wajah Nyx, diiringi langkah seberat 2 ton. Lebih memilih memendam amarahnya daripada harus memupuk keinginan mencekik ayah kandungnya sendiri. Tanpa sepatah kata, ia membalikkan badan. Meninggalkan ruang besar dengan amarah bergolak. Seharusnya masa depan itu miliknya, ayahnya hanya perantara. Tetapi kenapa semuanya berbeda? 

Kamis, 13 September 2012

Pemeliharaan Satwa Gaib FLEW


Alam bebas—merdeka!!

Merdeka bukan lantaran ia bebas dari segala macam ujian kan?

Dia hanya berada di luar kelas yang pengap dan penuh dengan kertas perkamen. Narumi Takahiro menggulung lengannya sampai siku, berdiri menatap pengawas ujiannya. Pemeliharaan satwa gaib selalu identik alam bebas, no? Lihat saja, tidak Profesor McLadden, tidak juga dengan pengawasnya kali ini. Kalau kelas lain berada di kelas, kali ini mereka berada di hutan. Hutan yang gelap dan banyak binatang buas, kemudian akan ada gadis berkerudung merah menawarkan korek api lalu yang membelinya dimakan serigala.

HOBAH!

Terus saja mengkhayal di tengah ujian, bodoh!

Om nya bawa rantang…. Ya bukan sih Cum!

Emang dia mau piknik bawa rantang?

“UWAAAW!” Begitu kain yang meliputi sagkar pixie terbuka, suaranya memecah keheningan.

“IWAAAWW!” Kain hijau terbuka dan terlihat benda seperti telur yang unyu parah.

“Hastaga!!” Terkutuklah naga perut besi itu! Cumi tidak suka naga, naga itu bau. Mengertilah maksudnya pemuda ini. Namun ujian tetap saja ujian, essay akan selalu menghantui sepanjang dosa. Nampaknya jari-jari Naru akan terkena serangan stroke mendadak karena setiap hari kerjaannya hanya menulis dan menulis saja tanpa berhenti. Dimana kebaikan hati para bapak dan ibu menteri? Senangkah kalian kalau jari-jari Cumi jadi berotot? Menyeret satu perkamen dan mulai duduk di sudut dekat dengan pohon-pohon rindang. Ini dia lakukan agar lebih konsentrasi menghadapi ujiannya. Baiklah, mulai sekarang berpikir!

[Lembar Jawaban]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

1.       Pixie
Sejenis binatang gaib berwarna biru dengan tinggi 8 inci memiliki ciri khas suaranya yang melengking. Pixie dapat terbang karena mereka memiliki sayap, pixie bukan merupakan hewan baik, pixie seringkali mengangkat korban mereka ke tempat tinggi tanpa mengembalikan orang tersebut ke tempat semula. Pixie hanya dapat berkomunikasi dengan sesamanya, dan ketika mereka berkumpul suara mereka nyaring seperti sekumpulan serangga yang ribut.

2.       Telur Ashwinder
Berasal dari ular Ashwinder, ular ajaib yang lahir dari bara api magis tanpa pengawasan. Telur Ashwinder sangat panas dan mudah terbakar, jika tidak membeku telur itu akan membakar daerah sekitarnya. Mereka berwarna merah menyala, dan ketika menjadi beku mereka menjadi barang berharga. Telur Ashwinder beku dapat digunakan untuk membuat ramuan cinta, dapat juga ditelan secara utuh untuk menyembuhkan malaria.

3.       Naga Perut Besi
Jenis naga paling besar, beratnya bisa mencapai enam ton. Badannya berbentuk bulat dan gemuk, terbangnya lebih lambat ketimbang Naga Tanduk Panjang. Naga ini termasuk golongan yang berbahaya, dimana mereka bisa meluluhlantakkan rumah. Sisiknya berwarna abu-abu keperakan, matanya merah tua, dan cakarnya sangat panjang serta ganas. 

Perkamennya sudah selesai. Menulis sebanyak ini lumayan melatih tangan. Naru menghela nafas, bangkit dari duduknya. Hendak mengumpulkan essay yang ditulisnya, namun sayangnya imipian untuk tidur di asrama harus dia simpan bulat-bulat. Sebelum mengumpulkan, ia harus mengumpulkan pixie dulu, setidaknya menangkap satu ekor lalu dia diperbolehkan pulang dengan tenang. 

Selasa, 11 September 2012

Ramuan FLEW


Tibalah saatnya ia mencapai sebuah eksekusi pada masa mudanya, dimana ia akan menghabiskan setengah waktu dalam hidupnya untuk berada di dalam sebuah bilik perenungan dengan keadaan panas, gelap dan disuguhi aroma yang membuat bulu hidungmu menari salsa. Ketika hati tidak sejalan dengan pikiran, dan langkah tak seirama, mampukah Naru menyusun pola pikir sederhana secara tajam dan teraktual? Sedangkan dia sendiri merasa saat ini adalah saat paling tragis di dalam hidupnya? Bolehkah meminta dispensasi waktu pada sang pengawas agar ia boleh masuk ke dalam kelas ramuan sebelum akhirnya berhadapan dengan gentong maut pembuat likuid cair berbau anyir, ha?

Tadi dia sedang narasi apa sih?

Naru tertegun, mendapati lagi-lagi lelaki setengah mabuk itu yang mengawasi ujiannya. Dia ingat mas-mas di depan tempo hari sempoyongan di depan kelas, entah apa yang sudah dia lakukan semalam. Mungkin mas-mas itu habis begadang menjaga salah satu perumahan elite di kawasan Salem. Ketika sapaan saudara-saudara menghampiri telinganya, tangannya mulai gatal untuk merangkul mas-mas di depan dan mengatakan bahwa mereka tidak ada hubungan darah sama sekali dan jangan pernah memanggilnya saudara. Well, di depan mejanya sudah ada banyak sekali bahan ramuan. Oh seperti inikah ujiannya? Ditemani cahaya remang lilin-lilin kecil yang rasanya akan sangat romantis bagi pasangan homo sekalipun?

Yah daripada dia tidak selesai mengerjakannya, bagaimana kalau dimulai dari sekarang saja?

[Lembar Jawaban]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

11.       Jelatang kering, duri landak, taring ular dan siput bertanduk.
2
22.       Ramuan Penyembuh Bisul

33.       Boil Cure Potion adalah sebuah ramuan dengan ciri-ciri berwarna hijau dan sangat encer, bila dihirup akan berbau sedikit aroma terbakar, tapi aroma tersebut tidak akan lama bertahan. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan ramuan ini adalah jumlah takaran dan jumlah adukan, besar api dan nantinya warna ramuan. Jika ada sedikit kesalahan saja dalam pembuatan ramuan ini, maka penggunaannya menjadi berbahaya. Pada cara pembuatannya sendiri adalah :
a.       Rebus air sampai mendidih
b.      Ketika mendidih, masukkan bahan-bahan jelatang kering, taring ular dan siput bertanduk.
c.       Aduk searah jarum jam sebanyak 15 kali.
d.      Aduk berlawanan jarum jam 3 kali.
e.      Diamkan sampai warna ramuanmu berwarna hijau pucat.
f.        Dinginkan, setelah dingin masukkan duri landak. 

Rasanya menulis banyak itu gemas ya? Mau mencabik-cabik yang membuat soal, tapi ya mana mungkin sih Takahiro berani melakukan perbuatan tak senonoh demikian, maka ia memutuskan untuk memeriksa kembali perkamennya. Agak tidak jelas sih tulisannya, pengaruh lampu remang membuat matanya tidak terlalu awas untuk membaca tulisannya sendiri. 

Senin, 10 September 2012

PTIH FLEW


Hai juga, None Ashleigh—

Kenapa ia merasa wajah pengawasnya terlihat lebih sensual ketimbang buah mangga kematangan. Lihat saja surainya yang kepirangan, bibir yang lebar, serta konstruksi wajah yang tidak biasa, dibilang lebar tidak, dibilang sempit juga tidak. Komposisinya pas, hanya dibagian tertentu kelebihan. Narumi mengetuk penanya di atas meja, memerhatikan gerak-gerik pengawasnya. Ia bersyukur bisa melihat pengawas perempuan ini dalam waktu yang sudah tentu dipastikan, setelah selama berhari-hari melihatnya om-om, akhirnya dia lihat tante-tante. Ah memang hidup itu seimbang, kawan.

Takahiro sibuk menerawang ke langit-langit.

Kali ini pertahanan ilmu hitam, dia juga jarang masuk kelas ini. Terkadang pelajaran pertahanan ini menyiksa fisik dan batin. Entah disuruh melawan pixie, boggart atau makhluk lain yang abstrak. Sudah tahu Naru tidak suka hal-hal yang berbau absurd, meski dia sendiri absurd. Tapi kan tetap saja, pertahanan ilmu hitam itu selalu makan hati dan tenaga. Ah yasudahlah, soal juga sudah dibagikan untuk apalagi dia bersungut-sungut. Bukankah mengerjakan lebih baik? Karena sebagian memori atas pelajarannya masih tertumpuk di dalam kepalanya.

[Lembar Jawaban]
Nama : Narumi Takahiro
Asrama : Nadirs

11.       - Crucio : kutukan yang menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada korban. Membutuhkan mantra verbal dan tongkat, efek dari mantra tersebut tergantung si perapal. Crucio digunakan untuk kepentingan pribadi, biasa disebut dengan kutukan penyiksaan.
-              -Imperio : kutukan yang menempatkan korban dalam keadaan mimpi, meletakkan korban pada alam bawah sadar. Biasanya perapal menggunakanya untuk mempengaruhi korban dalam melakukan hal-hal negatif. Dalam efeknya korban akan dengan tenang melakukan kegiatan buruk secara fisik tanpa berkata tidak atau menolak.
-              -   Avada Kedavra : menyebabkan kematian secara instan pada yang terkena kutukan tersebut. Pada saat mantra dirapalkan terjadi kilatan cahaya hijau dari ujung tongkat. Kutukan ini tidak memiliki kontra-kutukan atau mantra penghalang.

22.      - Jinx : mantra sederhana yang menyebabkan ketidaknyamanan, membuat sial, dan biasanya dipakai untuk lelucon saja.
  -Hex : mantra kutukan yang lebih kuat ketimbang jinx, biasanya bertujuan untuk kejahatan yang bisa menimbulkan rasa sakit.

33.       Menurut saya Troll bukanlah kategori makhluk hitam. Meski Troll memiliki potensi menjadi jahat atau dipengaruhi oleh kekuatan kegelapan. Tetapi kembali pada hakikatnya, Troll adalah makhluk yang tidak memiliki otak atau tingkat kecerdasan sangat minim sekali. Tindakannya sangat dipengaruhi oleh dorongan hal-hal, tergantung bagaimana hal itu baik atau jahat.

44.       Cara membunuh vampire ialah dengan menusukkan pasak ke jantungnya, atau dengan menggiring mereka ke tengah sinar matahari.


Lagi-lagi menulis panjang. Seandainya ada yang bersedia memijat tangannya, maka ia akan sangat bersyukur sekali. Mengangkat lembar perkamennya, menuju depan kelas dan kumpulkan.